Tuesday, 21 July 2009

KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA ANAK


PENDAHULUAN

Komunikasi pada anak merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan kita dengan anak. Melalui komunikasi akan terjalin rasa percaya, rasa kasih saying dan selanjutnya anak akan merasa memiliki suatu penghargaan pada dirinya. Dalam praktek keperawatan istilah komunikasi sering digunakan pada aspek pemberian terapi pada klien sehingga komunikasi banyak dikaitkan dengan istilah terapeutik atau dikenal dengan nama komunikasi terapeutik.

komunikasi terapeutik merupakan suatu cara untuk membina hubungan yang terapeutik yang diperlukan untuk pertukaran informasi dan perasaan, yang dapat mempengaruhi perilaku orang lain mengingat keberhasilan tindakan keperawatan tergantung pada proses komunikasi (Stuart dan Sundeen, 1987)

DEFINISI

Komunikasi adalah suatu proses ketika informasi disampaikan kepada orang lain melalui symbol, tanda, atau tingkah laku ( Haber, 1987 )

Komunikasi bisa berbentuk komunikasi verbal, komunikasi nonverbal, dan komunikasi abstrak (Champbell dan Glasper, 1995 ).

Komunikasi terapeutik yaitu hubungan interpersonal dimana perawat– klien memperoleh pengalaman belajar bersama serta memperbaiki pengalaman emosional klien. Komunikasi terapeutik mempunyai :Tujuan spesifik, saling membagi pikiran, perasaan dan berorientasi pada masa sekarang (Here and Now), berfokus pada klien dalam memenuhi kebutuhan.

Komponen komunikasi adalah sebagai berikut :

- Pengirim pesan

Adalah individu dalam hal ini adalah anak, keluarga atau kelompok yang melaksanakan komunikasi baik dengan individu (anak) atau kelompok lain. pada praktik keperawatan pengiriman pesan komunikasi dapat terjadi antara anak dengan perawat, dokter atau petugas kesehatan lainnya serta orang tua.

- Penerima pesan

Merupakan orang yang menerima berita atau lambang, dapat berupa klien (anak), keluarga atau masyarakat.

- Pesan

Merupakan berita yang disampaikan oleh pengirim pesan melalui lambang pembicara, gerakan ataupun sikap.

- Media

Merupakan sarana tempat berlakunya lambang saluran yang dapat meliputi suara dan lambang itu sendiri. Media dapat berupa suara atau beberapa hal yang dapat memudahkan dalam penerimaan pesan pada anak seperti gambar atau permainan kongkret dan menarik bagi anak

- Umpan balik

Merupakan bagian proses komunikasi yang dapat digunakan sebagai alat pencapaian pesan/informasi yang telah disampaikan. Komponen ini sebagai evaluasi tercapainya informasiyang disampaikan pada anak.

Anak diartikan sebagai seseorang yang berusia kurang dari 18 tahun dalam masa tumbuh kembang dengan kebutuhan khusus baik kebutuhan fisik, psikologis, social dan spiritual.

Anak merupakan individu yang berada dalam satu rentang perubahan perkembangan yang dimulai dari bayi hingga remaja. Masa anak merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang dimulai dari bayi (0-1 th), usia bermain/toddler (1-2,5 th), pra sekolah (2,5-5 th), usia sekolah (5-11 th) hingga remaja (11-18 th). Rentang ini berbeda antara satu anak dengan yang lain karena latar belakang yang berbeda.

Keluarga merupakan unsur penting dalam perawatan anak. Kehidupan anak dapat ditentukan oleh lingkungan keluarga, untuk itu keperawatan anak harus mengenal keluarga sebagai tempat tinggal atau sebagai konstanta tetap dalam kehidupan anak (Wong, Perry & Hockenberry, 2002)

TAHAPAN DALAM KOMUNIKASI DENGAN ANAK

Tahap Prainteraksi

Tahap perkenalan atau orientasi

Tahap Kerja

Tahap terminasi

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KOMUNIKASI DENGAN ANAK

Pendidikan

Pengetahuan

Sikap

Usia tumbuh kembang

Status kesehatan anak

Sistem social

Saluran

Lingkungan

SIKAP DALAM KOMUNIKASI

Merupakan unsur yang sangat penting untuk membangun efektifitas dalam proses komunikasi. Menurut Egan tahun 1995 dikutip Kozier dan Erb tahun 1983 menyampaikan sikap komunikasi merupakan sesuatu apa yang harus dilakukan dalam komunikasi baik secara verbal maupun non verbal yang dapat meliputi :

- Sikap berhadapan

Merupakan bentuk sikap dimana seseorang langsung bertatap muka atau berhadapan langsung dengan anak, sikap ini mempunyai arti bahwa komunikator siap berkomunikasi

- Sikap mempertahankan kontak

Bertujuan mengahargai klien dan mengatakan adanya keinginan untuk tetap berkomunikasi dengan cara selalu memperhatikan apa yang diinformasikan atau disampaikan dengan tidak melakukan kegiatan yang dapat mengalihkan perhatian dengan lainnya

- Sikap membungkuk ke arah pasien

Sikap ini merupakan bentuk sikap dengan memberikan posisi yang menunjukkan keinginan untuk mengatakan atau mendengar sesuatu dengan cara membungkuk sedikit ke arah klien.

- Sikap terbuka

Merupakan bentuk sikap dengan memberikan posisi kaki tidak melipat, tangan menunjukkan keerbukaan untuk berkomunikasi yang dilakukan selama dalam proses komunikasi.

- Sikap tetap relaks

Merupakan sikap yang menunjukkan keseimbangan antara ketegangan dan relaksasi dalam memberi respon kepada klien selama komunikasi. Sikap ini diperlukan sehingga saling memberikan berbagai informasi yang diharapkan tanpa adanya sebuah paksaan.

- Gerakan mata

untuk memberikan perhatian pada anak

- Ekspresi muka

merupakan ekpresi nonverbal yang banyak dipengaruhi oleh budaya

- Sentuhan

Merupakan cara interaksi yang mendasar karena dengan setuhan dapat memperhatikan perasaan menerima dan mengahargai. Sentuhan merupakan elemen penting dalam pembentukan ego, perasaan dan kemandirian. Sentuhan sangat penting karena sebagai alat komunikasi dalam memperlihatkan kehangatan, kasih saying yang pada kemudian hari (dewasa) dapat mengembangakannya.

SIKAP KOMUNIKASI TERAPEUTIK

Merupakan cara berperilaku selama dalam komunikasi yang dapat memberikan dampak terapi psikologis, sehingga masalah-masalah psikologis anak dapat teratasi. Terdiri dari :

- Sikap kesejatian

Merupakan sikap dalam pengiriman pesan pada anak menunjukkan tentang gambaran diri kita sebenarnya, sikap tersebut diantaranya; menghindari membuka diri yang terlalu dini sampai dengan anak menunjukkan kesiapan untuk berespon positif terhadap keterbukaan, sikap kepercayaan yang digunakan untuk menumbuhkan rasa percaya kita dengan anak dan harus lebih terbuka, sikap menghindari membuka diri terlalu dini dalam rangka manipulasi, sikap dengan memberikan nasihat atau mempengaruhi anak untuk mendapatkan apa yang menjadi tujuan kita dalam komunikasi

- Sikap empati

Adalah cara menempatkan diri kita pada posisi anak dan orang tua yang dapat ditunjukkan dengan mendengarkan apa yang disampaikan komunikan dengan maksud dimengerti, mengatakan pada diri komunikan kita mendengarkan apa darinya, menyampaikan respon empati seperti kakuratan, kejelasan, kehangatan dan menunjukkan empati secara verbal

- Sikap hormat

Sikap yang menunjukkan adanya suatu keperdulian/perhatian, rasa suka dan mengahargai klien. Dapat ditunjukkan dengan cara melihat ke arah klien saat komunikasi, memberikan perhatian yang tidak terbagi, mempertahankan kontak mata, senyum pada saat yang tepat, bergerak ke arah klien, sapaan saat komunikasi, jabat tangan atau sentuhan yang lembut dengan izin komunikan

- Sikap Konkret

Bentuk sikap dengan menggunakan terminology yang spesifik dan bukan abstrak pada saat komunikasi dengan klien, dapat ditunjukkan dengan menggunakan hal yang nyata seperti menunjukkan pada hal yang nyata, melalui orang tua. dapat juga menggunakan alat bantu seperti gambar, mainan dan lain-lain.

KOMUNIKASI DENGAN ANAK BERDASARKAN USIA TUMBUH KEMBANG

Usia Bayi (0-1 tahun)

Komunikasi pada umumnya dapat dilakukan dengan melalui gerakan-gerakan bayi yang merupakan alat komunikasi yang efektif. Perkembangan komunikasi pada bayi dimulai dengan kemampuan bayi melihat benda-benda yang menarik, biasanya pada minggu ke delapan. pada minggu kedua belas bayi dapat tersenyum. pada usia 16 minggu bayi dapat menoleh kea rah suara yang asing baginya. Pada pertengahan tahun bayi dapat mengucapkan kat-kata awal seperti ba-ba, da-da dan lain-lain. pada bulan ke sepuluh bayi dapat berespon saat dipanggil namanya, mampu melihat beberapa gambar yang terdapat dalam buku, dan pada akhir tahun pertama dapat mengatakan kata-kata yang spesifik sekitar dua atau tiga kata.

Selain komunikasi di atas, komunikasi yang efektif menggunakan komunikasi nonverbal sepertimengusap, menggendong, memangku dan lain-lain

Usia Toddler dan Prasekolah (1-2,5 th, 2,5-5 tahun)

Pada tahun pertama anak sudah mampu memahami sekitar sepuluh kat. pada tahun kedua memahami sekitar 200-300 kata. Pada usia 3 tahun, anak sudah mampu menguasai skitar 900 kata. Komunikasi pada usia ini bersifat egosentris, rasa ingin tahu dan inisiatifnya tinggi, kemampuan bahasa meningkat, mudah merasa kecewa dan merasa bersalah karena tuntutan tinggi, setiap komunikasi harus berpusat pada dirinya, takut trhadap ketidaktahuan, dan perlu diingat pada usia ini anak masih belum fasih berbicara (Behrman, 1996).

Pada usia ini, cara berkomunikasi yang dilakukan adalah dengan memberitahu apa yang terjadi pada dirinya, member kesempatan untuk menyentuh alat pemeriksaan yang digunakan, menggunakan nada suara, bicara lambat, jika tidak dijawab harus diulang lebih jelas dengan pengarahan yang sederhana, hidarkan sikap mendesak sikap mendesak untuk dijawab seperti kata-kata “jawab dong”, mengalihkan aktifitas saat komunikasi, memberikan mainan saat berkomunikasi dengan maksud anak mudah diajak berkomunikasi, mengatur jarak saat berkomunikasi, adanya kesadaran diri di mana kita harus menghindari konfrontasi langsung, duduk yang terlalu dekat dan berhadapan. Secara nonverbal kita selalu memberikan dorongan penerimaan dan persetujuan jika diperlukan, jangan sentuh anak tanpa persetujuannya, salaman dengan anak merupakan cara untuk menghilangkan rasa cemas. Menggambar, menulis atau bercerita dalam menggali perasaan dan fikiran anak saat komunikasi.

Usia Sekolah (5-11 tahun)

Dimulai dengan kemampuan anak mencetak, menggambar, membuat huruf atau tulisan yang besar dan apa yang dilaksanakan anak mencerminkan fikiran anak dan kemampuan anak untuk membaca di sini sudah dapat dimulai. Pada usia delapan tahun anak sudah dapat membaca dan sudah mulai berfikir terhadap kehidupan.

Komunikasi yang dapat dilakukan pada usia ini adalah tetap masih memperhatikan tingkat kemampuan bahasa anak yaitu gunakan kata sederhana yang spesifik, jelaskan sesuatu yang membuat ketidakjelasan pada anak atau sesuatu yang tidak diketahui. pada usia ini keingintahuan pada aspek fusngsional dan procedural dari objek tertentu sangat tinggi maka jelaskan arti fungsi dan prosedurnya, maksud dan tujuan dari sesuatu yang ditanyakan secara jelas dan jangan menyakiti atau mengancam sebab ini akan membuat anak tidak mampu berkomunikasi secara efektif.

Usia Remaja (11-18 tahun)

Perkembangan komunikasi pada usia remaja ini ditunjukkan dengan kemampuan berdiskusi atau berdebat dan sudah mulai berfikir secara konseptual, sudah mulai menunjukkan rasa malu, pada usia ini anak sering kali merenung kehidupan masa depan yang direfleksikan dalam komunikasi. Pada usia ini pola fikir mulai menunjukkan kea rah yang lebih positif, terjadi konseptualisasi mengingat masa ini adalah masa peralihan anak menjadi dewasa.

Komunikasi yang dapat dilakukan pada usia ini adalah dengan berdiskusi atau curah pendapat pada teman sebaya, hindari beberapa pertanyaan yang dapat menimbulkan rasa malu dan jaga kerahasiaan dalam komunikasi mengingat awal terwujudnya kepercayaan anak dan merupakan masa transisi dalam bersikap dewasa.

CARA KOMUNIKASI DENGAN ANAK

Beberapa cara yang dapat digunakan dalam berkomunikasi dengan anak antara lain:

1. Melalui orang lain atau pihak ketiga

Cara komunikasi ini pertama dilakukan oleh anak dalam menumbuhkan kepercayaan diri anak, dengan menghindari secara langsung berkomunikasi dan melibatkan orang tua yang duduk di sampingnya

2. Bercerita

Melalui cara ini pesan yang ingin disampaikan kepada anak akan mudah diterima, tetapi cerita yang disamapikan hendaknya sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan, yang dapat diekspresikan melalui tulisan dan gambar.

3. Memfasilitasi

Dalam memfasilitasi, kita harus mampu mengekspresikan perasaan dan tidak boleh dominan tetapi anak harus diberikan respon terhadap pesan yang disampaikan melalui mendengarkan dengan penuh perhatian dan jangan merefleksikan ungkapan negative yang menunjukkan kesan yang jelek buat anak.

4. Biblioterapi

Dengan pemberian buku atau majalah dapat digunakan untuk mengekspresikan perasaan, dengan menceritakan isi buku yang sesuai dengan pesan yang disampaikan.

5. Meminta untuk menyebutkan keinginan

Hal ini penting untuk mengetahui keluhan anak dan keinginan tersebut dapat menunjukkan perasaan dan fikiran pada saat itu

6. Pilihan pro dan Kontra

Penting untuk menentukan atau mengetahui perasaan dan fikiran anak, dengan mengajukan pada situasi yang menunjukkan pilihan positif dan negative sesuai pendapat anak

7. Penggunaan Skala

Penggunaan skala atau peringkat dalam mengungkapkan perasaan sakit pada anak, seperti penggunaan perasaan nyeri, cemas, sedih dan lain-lain, dengan menganjurkan anak untuk mengekspresikan sakitnya

8. Menulis

Melalui ini anak mengekspresikan dirinya baik pada keadaan sedih, marah atau lainnya dan biasanya banyak dilakukan pada anak yang jengkel, marah dan diam. Dilakukan jika anak sudah mempunyai kemampuan untuk menulis.

9. menggambar

Seperti halnya menulis, dapat digunakan untuk mengekspresikan, perasaan jengkel marah bisanya dapat diungkapkan melalui gambar dan anak akan mengungkapkannya apabila gambar yang ditulisnya ditanya tentang maksudnya.

10. Bermain

sebagai alat yang efektif pada anak dalam membantu berkomunikasi. Melalui ini hubungan interpersonal antara anak, perawat dan orang sekitarnya dapat terjalin dan pesan-pesan dapat disampaikan.

CARA KOMUNIKASI DENGAN ORANG TUA

- Anjurkan orang tua untuk berbicara

- Arahkan ke Fokus

- Mendengarkan

- Diam

- Empati

- Meyakinkan kembali

- Merumuskan kembali

- Memberi petunjuk kemungkinan apa yang terjadi

- Menghindari hambatan dalam komunikasi

No comments:

Post a Comment